ARTICLE AD BOX
Liputan6.com, Jakarta Arsenal akhirnya menyaksikan gol perdana Viktor Gyokeres saat melibas Leeds United dengan skor telak 5-0 akhir pekan lalu. Striker anyar asal Swedia itu langsung menunjukkan ciri khas yang sudah lama melekat dalam permainannya.
Bagi mereka yang mengikuti kiprahnya di Sporting, gol Gyokeres terasa seperti adegan yang sudah pernah dilihat sebelumnya. Dari total 97 gol bersama klub Portugal itu, sebagian besar lahir lewat lari eksplosif ke sisi kiri sebelum menuntaskannya dengan kaki kanan.
Gol kontra Leeds menjadi pengingat bahwa Gyokeres punya pola serangan yang konsisten, efektif, dan sulit dihentikan bek lawan. Tak hanya lewat penalti, ia juga terkenal dengan sprint di sisi kiri yang membuka ruang serangan timnya.
Kini, tantangannya adalah bagaimana Arsenal bisa memaksimalkan senjata utama sang striker dalam atmosfer Premier League yang jauh lebih ketat. Dan gol debut ini memberi gambaran awal tentang arah permainan Arteta bersama ujung tombak barunya.
Gyokeres dan Pola Gol Khas dari Sisi Kiri
Sejak di Sporting, Gyokeres punya kebiasaan menarik bola ke sisi kiri lalu memotong ke dalam. Dari sana, ia melepaskan tembakan cepat ke tiang dekat yang kerap mengecoh kiper lawan. Pola inilah yang kembali terlihat saat ia menjebol gawang Leeds.
Contoh paling klasik bisa ditemukan ketika ia mencetak gol melawan Boavista, Porto, Dumiense, hingga Estoril musim lalu. Hampir semuanya lahir dari skema identik: Sprint di flank kiri, duel satu lawan satu, lalu eksekusi ke arah tiang dekat.
Meski demikian, Gyokeres juga mampu bervariasi. Beberapa kali ia memilih melepaskan tembakan silang ke tiang jauh, seperti saat menghadapi Rio Ave. Namun, benang merahnya tetap sama: Semua berawal dari eksploitasi ruang di sisi kiri.
Bagi Arsenal, pola itu bisa menjadi solusi atas kelemahan musim lalu. Statistik mencatat hanya 32,9 persen sentuhan menyerang mereka lahir di sepertiga kiri, angka terendah di Premier League. Kehadiran Gyokeres berpotensi menutup celah itu.
Data Sprint dan Tantangan di Premier League
Menurut catatan SkillCorner, Gyokeres melakukan 85 sprint di belakang garis pertahanan musim lalu. Angka itu bahkan 24 kali lebih banyak dibanding Nicolas Jackson yang memimpin statistik serupa di Premier League.
Kualitas tersebut membuat banyak pihak bertanya, apakah gaya mainnya bisa cocok di Inggris. Pasalnya, lawan Arsenal kerap bertahan lebih dalam, sehingga ruang untuk berlari seperti di Portugal tidak selalu tersedia.
Namun, laga melawan Manchester United memberi sinyal lain. Meski gagal menuntaskan peluang, Gyokeres sempat memanfaatkan momen transisi dengan berlari ke channel kiri dan mengekspos ruang di belakang bek lawan.
Artinya, Arsenal punya opsi berbeda saat menghadapi situasi serangan balik maupun penguasaan bola. Kecepatan dan power Gyokeres bisa menjadi senjata yang selama ini mereka kurang miliki.
Senjata Baru Arsenal di Musim Ini
Kehadiran Gyokeres memberi warna berbeda di lini depan Arsenal. Jika sebelumnya serangan lebih banyak bertumpu dari kanan, kini ancaman di sisi kiri menjadi senjata tambahan.
Bagi Arteta, ini bukan sekadar soal menambah variasi. Lebih jauh, Gyokeres bisa menjadi kunci untuk memecah pertahanan rapat lawan, terutama tim-tim yang memilih bertahan dalam melawan Arsenal.