ARTICLE AD BOX

HAMAS, Sabtu (30/8) waktu setempat, mengonfirmasi kematian kepala militernya di Gaza, Mohammad Sinwar, beberapa bulan setelah Israel mengeklaim telah membunuhnya dalam serangan pada Mei.
Hamas tidak memberikan detail kematian Sinwar, tetapi menerbitkan foto-foto dirinya bersama para pemimpin kelompok lainnya, yang menggambarkan mereka sebagai martir.
Mohammad Sinwar adalah adik dari Yahya Sinwar, pemimpin faksi tersebut, yang ikut mendalangi serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel, dan yang tewas dalam pertempuran setahun kemudian.
Ia diangkat ke jajaran teratas kelompok tersebut setelah kematian saudaranya.
Kematian Sinawar yang terkonfirmasi akan menempatkan rekan dekatnya, Izz al-Din Haddad, yang saat ini mengawasi operasi di Gaza utara, sebagai penanggung jawab sayap bersenjata Hamas di seluruh wilayah kantong tersebut.
Sebelum konfirmasi terbunuhnya Sinwar disiarkan oleh Hamas, beberapa media berbahasa Ibrani melaporkan yang tewas adalah juru bicara Hamas yang telah lama menjabat, Hudayfa Samir Abdallah al-Kahlout, yang lebih dikenal dengan nama samaran Abu Obeida.
Sebuah sumber Palestina juga mengatakan kepada media Saudi, Al Arabiya, Sabtu (30/8), bahwa Abu Obeida telah terbunuh.
Sumber tersebut mengatakan kepada Al Arabiya bahwa militer Israel (IDF) menyerang apartemen tempat Abu Obeida berada, menewaskannya dan semua orang yang ada di dalamnya, dan bahwa keluarganya serta para pemimpin Brigade Qassam mengonfirmasi kematiannya.
“IDF melakukan serangan yang menargetkan seorang senior Hamas di Kota Gaza," demikian dikonfirmasi IDF dan Shin Bet dalam pernyataan bersama pada Sabtu (30/8).
Abu Obeida memang telah lama diburu Israel, dan menjadi salah satu figur penting dalam kelompok Hamas yang ditargetkan secara ‘khusus’. (Al Arabiya/The Jerusalem Post/B-3)