ARTICLE AD BOX

PARTAI Demokrat mendorong dilakukannya evaluasi atas tunjangan anggota DPR. Itu selaras dengan tuntutan massa dalam unjuk rasa beberapa hari. Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Demokrat DPR, sekaligus adik dari Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono kepada pewarta di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (31/8).
"Kami ingin mengevaluasi tuntutan dari mahasiswa atau publik yang pada hal ini inginkan tunjangan DPR RI untuk dihentikan, dibatalkan. Tentu kami setuju, kami sepakat bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan keuangan negara harus benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat," kata dia.
Ibas, sapaan karibnya, enggan menjawab lebih lanjut apakah evaluasi tersebut bakal dilalukan menyeluruh untuk semua tunjangan yang diterima oleh anggota DPR atau tidak. Hal yang pasti, kata dia, Demokrat melakukan evaluasi berdasarkan kehendak masyarakat.
Dia juga menyatakan para anggota parlemen sejatinya mendengar dan menampung seluruh aspirasi yang diberikan masyarakat. Untuk itu ia menolak jika anggota DPR disebut antipati terhadap situasi terkini.
"Tidak semua anggota DPR RI itu berlaku tidak baik di hadapan publik, tidak semua anggota DPR RI juga tidak memberikan bantuan dan mendengar masyarakat di daerah pemilihannya. Sehingga tentunya kami tidak menutup telinga, kami tidak tipis telinga, kami tetap berbenah, karena ini adalah lembaga yang harus kita menjadikan untuk mengawal aspirasi masyarakat," pungkas Ibas. (H-4)