ARTICLE AD BOX
Liputan6.com, Jakarta Inter Milan kembali jadi perhatian di bursa transfer, kali ini terkait masa depan Davide Frattesi. Klub Premier League, Newcastle, dilaporkan serius mengincar gelandang 25 tahun Italia itu.
Namun, Inter tak ingin melepas Frattesi dengan cara sembarangan. Ada syarat khusus yang mereka tetapkan jika benar-benar ingin berpisah dengan sang gelandang.
La Gazzetta dello Sport melaporkan, syarat utama adalah penjualan permanen, bukan sekadar pinjaman. Artinya, Newcastle harus berani membuat langkah konkret sebelum bursa ditutup.
Tawaran Newcastle yang Masih Menggantung
Newcastle dikabarkan telah mengajukan proposal awal untuk mendatangkan Frattesi. Tawaran itu berupa peminjaman dengan opsi pembelian yang bersifat kondisional.
Bagi Inter, tawaran tersebut belum memenuhi ekspektasi. Nerazzurri tidak ingin kesepakatan yang masih abu-abu dan bisa batal sewaktu-waktu.
Sikap Inter jelas, mereka hanya menerima pinjaman dengan kewajiban tegas membeli atau penjualan langsung. Jika tidak, Frattesi akan tetap bertahan di Giuseppe Meazza.
Harga Jual yang Sudah Ditentukan
Inter sudah menetapkan nilai untuk Frattesi. Gelandang asal Italia itu dipatok €40 juta, atau sekitar Rp704 miliar.
Nominal tersebut dianggap sepadan dengan kualitas dan usia Frattesi yang masih produktif. Dengan begitu, Newcastle harus siap mengeluarkan dana besar bila benar-benar menginginkannya.
Gazzetta menekankan bahwa Inter tidak terburu-buru melepas Frattesi. Mereka tetap tenang, tapi menunggu kepastian dari Newcastle sebelum bursa resmi berakhir.
Dampak Besar untuk Rencana Inter
Jika Inter melepas Frattesi, itu akan memengaruhi strategi transfer mereka. Dana hasil penjualan bisa langsung dipakai untuk membidik nama besar di deadline day.
Oleh karena itu, waktu menjadi faktor penting bagi Nerazzurri. Semakin cepat Newcastle membuat keputusan, semakin leluasa Inter mengatur langkah selanjutnya.
Syarat sudah jelas, harga pun sudah ditentukan. Kini, keputusan ada di tangan Newcastle, apakah berani memenuhi tuntutan Inter atau mundur dari perburuan Frattesi.
Sumber: La Gazzetta dello Sport, Sempre Inter