ARTICLE AD BOX
Liputan6.com, Jakarta Chelsea terus menunjukkan ambisi besar di pasar transfer musim panas ini. Setelah mendatangkan sejumlah nama papan atas, The Blues dikabarkan sedang mengincar pemain muda berbakat dari Barcelona, Fermin Lopez.
Sang gelandang asal Spanyol ini disebut-sebut sedang dalam evaluasi oleh manajemen Chelsea. Lopez yang berusia 22 tahun merupakan produk akademi La Masia yang mampu bermain sebagai gelandang serang maupun sayap.
Lantas, apa yang membuat Fermin Lopez begitu istimewa? Apakah Barcelona bersedia melepasnya? Dan yang terpenting, apakah kepindahannya ke Stamford Bridge masuk akal secara taktis?
Profil Fermin Lopez: Perjalanan dari Linares ke Puncak
Fermin Lopez adalah produk murni dari akademi Barcelona yang legendaris, La Masia. Pemain asal El Campillo, Huelva, ini bergabung dengan Barca pada usia 13 tahun setelah direkrut dari Real Betis. Kini, musim ini menjadi tahun kesembilannya bersama klub Catalan.
Jalan kariernya tidak selalu mulus. Fermin tidak dianggap sebagai bintang yang diprediksi langsung melesat. Ia bahkan sempat tidak masuk dalam skuad tim B Barcelona dan harus menjalani masa peminjaman ke Linares Deportivo yang bermain di divisi tiga Spanyol.
Momen itulah yang justru menjadi titik balik. Bersama Linares, ia mencetak 12 gol dan 4 assist di liga. Performa gemilangnya menarik perhatian Xavi Hernandez yang saat itu menjadi pelatih tim utama. Fermin dipanggil untuk mengikuti tur pra-musim dan berhasil memanfaatkan kesempatan dengan sangat baik.
Penampilan memukaunya terjadi dalam laga El Clasico melawan Real Madrid di Arlington, Texas, di mana ia mencetak gol spektakuler. Sejak saat itu, karirnya melesat. Ia menjadi bagian penting rotasi skuad, bahkan berhasil membela timnas Spanyol hingga menjadi juara Euro 2024 dan meraih medali emas Olimpiade Paris.
Gaya Bermain dan Analisis Taktik Sang Gelandang
Fermin Lopez memiliki kualitas teknikal yang menjadi standar wajib bagi setiap gelandang Barcelona. Ia memiliki kontrol bola yang baik, nyaman bermain di ruang sempit, dan mahir menerima umpan-umpan keras di antara garis pertahanan lawan.
Yang membedakannya adalah energi dan mentalitas progresifnya. Fermin tidak takut untuk mengambil risiko. Ia adalah tipe pemain yang memiliki angka tembakan, umpan terobosan, dan dribel yang tinggi setiap kali mendapat kesempatan.
Sebagian besar golnya dicetak dengan tendangan keras dan akurat ke sudut gawang. Ia sering kali muncul di tepi kotak penalti, menunggu momen yang tepat untuk menerobos atau menyapu bersih umpan silang dari rekan setimnya.
Di bawah pelatih Hansi Flick, perannya sering kali sebagai pemain pengganti. Energi dan visinya dalam memberikan umpan incisif membuatnya sangat efektif untuk datang melawan pertahanan lawan yang sudah lelah.
Bagi Chelsea, kehadiran pemain dengan kepercayaan diri seperti Fermin bisa menjadi solusi untuk meringankan beban kreatif Cole Palmer.
Alasan Barcelona Terbuka Melepas Sang Mutiara
Barcelona diketahui sangat terbuka untuk mendengarkan tawaran bagi Fermin Lopez. Alasan utamanya adalah situasi keuangan klub yang masih sangat rumit. Menjual pemain akademi seperti Fermin akan memberikan keuntungan finansial instan yang signifikan bagi neraca keuangan klub.
Sumber dari dalam klub menyatakan bahwa mereka tidak akan menjualnya dengan harga murah. Rencananya, Barca bisa meregistrasi pemain baru mereka seperti Wojciech Szczesny, Roony Bardghji, dan Gerard Martin tanpa harus melepas pemain bintang, salah satunya dengan meningkatkan jaminan bank yang telah mereka ajukan sebelumnya.
Namun, jika tawaran yang masuk sesuai dengan valuasi pemain, penjualan di posisi yang sudah mereka miliki banyak opsi ini dianggap sebagai nilai tambah. Fermin bukanlah starter utama di bawah Flick, dengan Dani Olmo sebagai pilihan utama.