ARTICLE AD BOX
Purwokerto, Jateng (ANTARA) - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam pemberdayaan UMKM dan penguatan literasi keuangan.
Saat membuka Semarak Festival Ekonomi Syariah (Selaras) 2025 Eks Keresidenan Banyumas di halaman Gelanggang Olahraga Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu, Bupati mengatakan kegiatan yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto bersama berbagai mitra itu merupakan langkah nyata dalam memperluas ekosistem halal dan membangun gaya hidup syariah yang sehat serta berkelanjutan.
"Kegiatan ini jangan hanya dimaknai sebagai acara seremonial, melainkan wadah untuk memperluas pemahaman, menumbuhkan kolaborasi, dan mendorong pengembangan produk halal," katanya.
Ia mengatakan rangkaian acara Selaras 2025 diisi dengan seminar, pameran produk halal, pertemuan bisnis, bincang-bincang (talkshow), gerakan sadar wakaf, hingga kompetisi kreatif.
Menurut dia, seluruh kegiatan tersebut memberi ruang luas bagi masyarakat, pelaku usaha, akademisi, maupun generasi muda untuk terlibat aktif dalam penguatan ekonomi syariah.
Oleh karena itu, kata dia, ekonomi syariah memiliki potensi besar sebagai penopang kesejahteraan masyarakat Banyumas Raya.
"UMKM halal, industri kreatif, dan produk keuangan syariah harus kita dorong agar semakin berkembang. Dengan kebersamaan, Banyumas Raya bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah yang maju dan inklusif," kata Bupati.
Sementara, dalam sambutannya, Kepala KPw BI Purwokerto Christoveny mengatakan ekonomi syariah nasional terus tumbuh positif dan kini berkontribusi 25,45 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Bahkan, kata dia, Indonesia juga berhasil mempertahankan peringkat ketiga dunia dalam State of the Global Islamic Economy Indicator setelah Malaysia dan Arab Saudi.
Menurut dia, pengembangan ekonomi syariah difokuskan pada tiga pilar, yakni ekosistem halal, keuangan syariah, dan edukasi.
Oleh karena itu, kata dia, salah satu program yang diluncurkan adalah zona kuliner halal, aman, dan sehat di Banyumas Raya.
"Literasi keuangan syariah nasional masih 42,85 persen. Ini tantangan yang harus kita jawab bersama melalui edukasi, kolaborasi, dan pendampingan kepada UMKM serta masyarakat," katanya.
Christoveny juga mengatakan pengembangan ekonomi syariah tidak hanya sebatas edukasi, juga menyentuh sektor riil masyarakat, mulai dari pemberdayaan UMKM, gaya hidup halal, hingga optimalisasi dana sosial zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
"Dana sosial yang terkumpul dapat menjadi alat pemberdayaan untuk membantu masyarakat, terutama dalam menekan angka kemiskinan yang masih tinggi," katanya.
Dia mengatakan dalam pembukaan Selaras 2025 juga diisi dengan deklarasi antijudi daring (judi online/judol) dan antipinjaman daring (pinjaman online/pinjol) ilegal sebagai bagian penting untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, praktik tersebut kerap menjebak masyarakat dengan iming-iming keuntungan cepat dan bunga ringan, padahal pada akhirnya justru menjerat dan merugikan.
"Komitmen bersama ini penting agar masyarakat tetap sejahtera dengan cara yang halal," kata Christoveny.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Setia Rahendra mengatakan pihaknya mendukung penuh program ekonomi syariah yang digagas Bank Indonesia dengan harapan bisa bermanfaat luas untuk masyarakat.
Terkait dengan ditetapkannya Sokaraja sebagai sentra kuliner halal, dia mendorong agar pengembangan sentra halal tersebut tidak hanya di Sokaraja, tetapi berkembang di seluruh wilayah Banyumas karena penguatan sektor halal akan memberi efek pengganda yang besar, termasuk bagi dunia pariwisata.
“Pariwisata merupakan ekosistem yang saling terkait, sehingga pengembangan ekonomi syariah juga dapat meningkatkan daya tarik wisata Banyumas,” katanya.
Selaras 2025 Eks Keresidenan Banyumas juga diisi dengan pameran berbagai produk UMKM berbasis syariah dari wilayah Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.