ARTICLE AD BOX
Liputan6.com, Jakarta Aktor Aditya Zoni didapuk jadi pemeran utama film Menjelang Magrib 2 karya sineas Helfi Kardit. Dalam film itu, Aditya Zoni memerankan Giandra, dokter yang hidup di dekade 1920 dan 1930-an. Ia lulusan sekolah kedokteran Stovia.
Aditya Zoni mengaku tak berpikir dua kali untuk menerima tawaran main film Menjelang Magrib 2. Ia mengaku pernah menonton prekuelnya dan jatuh hati pada teknik pergherakan kamera yang menyerupai orang nge-vlog maupun inti cerita.
“Di situ aku tertarik juga dengan penceritaan yang unik. Tata kameranya pakai teknik kayak orang ngevlog, terkesan subjektif tapi unik. Ketika aku dihubungi untuk main Menjelang Magrib 2 langsung oke,” kata Aditya Zoni.
Adik Ammar Zoni ini menjelaskan, syuting Menjelang Magrib 2 di kaki Gunung Papandayan Jawa Barat selama 28 hari. Ada banyak cerita dari lokasi syuting. Pernah, Aditya Zoni syuting di bawah suhu 11 derajat Celsius.
Film 'Penyalin Cahaya' berhasil merebut 12 Piala Citra pada Festival Film Indonesia 2021. Film garapan sutradara Wregas Bhanuteja ini bakal tayang 13 Januari 2022 di Netflix.
Di Kaki Gunung Papandayan
Dalam sesi wawancara eksklusif bersama Showbiz Liputan6.com di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025), Aditya Zoni mengaku saking dingin, ia sampai susah berkonsentrasi padahal adegannya sederhana.
“Syuting di kaki Gunung Papandayan, Jawa Barat. Itu luar biasa dinginnya. Kita pernah sampai ke suhu 11 derajat. Ini benaran. Itu di atas gunung, kami syuting wah sampai enggak kuat. Sampai dialog itu di-take berkali-kali karena saking aku enggak bisa fokus karena terlalu dingin,” akunya.
Sampai Take 12 Kali, Saking Dingin
“Itu ngomong uap sudah ke mana-mana dari mulut. Sampai 12 kali take, padahal dialog saja, adegan biasa sebetulnya. Tapi karena pengucapan dalam suhu dingin kan gemetaran. Jadi itu yang diulang-ulang terus,” Aditya Zoni menyambung.
Meski suhu dingin menggigit, aktor tak boleh tampak kedinginan apalagi gemetaran jika tak diamanatkan dalam naskah. Momen ini benar membekas di benak Aditya Zoni. Ia menyebut, ada banyak daya tarik dalam Menjelang Magrib 2.
Medis dan Logis
Salah satunya, karakter Giandra yang hidup di zaman Hindia Belanda. Tokoh sentral dalam Menjelang Magrib 2 ini salah satu dokter terbaik di Indonesia di eranya. Sayang, Giandra terbentur pola pikir masyarakat yang “gemar” klenik atau hal-hal yang berbau mistis.
“Karakter yang aku mainkan dianggap bertentangan dengan ideologi masyarakat kala itu. Orang berpikirnya yang horor-horor, sementara dokter ini selalu melihatnya dari aspek medis dan logis,” pungkasnya. Menjelang Magrib 2 tayang di bioskop mulai 4 September 2025.