ARTICLE AD BOX
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menggandeng para finalis Miss Indonesia untuk mensosialisasikan migrasi aman bagi calon pekerja migran Indonesia.
"Anda jadi duta di daerah masing-masing. Duta pekerja migran, jadi membantu kita mensosialisasikan bagaimana migran aman," kata Menteri P2MI Abdul Kadir Karding di sela-sela acara Peluncuran KUR untuk Penempatan Pekerja Migran Indonesia, Jakarta, Jumat.
Karding mengatakan permasalahan terkait migran telah menjadi isu internasional, dan sosialisasi tentang migrasi aman perlu terus dilakukan, termasuk oleh para finalis Miss Indonesia yang akan banyak berkiprah baik di dalam dan luar negeri.
Karena itulah, Menteri Karding mengajak para finalis tersebut untuk ikut menyuarakan bagaimana bermigrasi secara aman.
"Mereka ini adalah anak-anak muda yang punya dan bisa menjadi rujukan publik, terutama generasi-generasi mereka," katanya.
Melalui pengaruh dan potensi yang mereka miliki, Karding ingin para finalis Miss Indonesia tersebut membantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya bermigrasi secara aman melalui jalur prosedural, sekaligus mengingatkan bahaya yang dapat dialami jika bekerja di luar negeri secara non-prosedural.
Melalui kerja sama tersebut, Karding berharap sosialisasi bermigrasi aman dapat dilakukan lebih masif dan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk bekerja di luar negeri sebagai sebuah alternatif.
Sementara itu, program KUR bagi calon pekerja migran Indonesia yang diluncurkan hari ini adalah untuk membantu mengatasi masalah pembiayaan dalam penempatan PMI.
"Mereka mau bekerja, tapi tidak ada biaya. Akhirnya cari jalan pintas. Jalan pintasnya apa? Jalan pintasnya adalah pinjam ke pinjol pinjam, ke lembaga-lembaga keuangan yang tidak terakreditasi, tidak jelas, dengan bunga yang cukup besar bunganya bisa sampai 24 persen, 30 persen, 40 persen," katanya.
"Kalau ini yang terjadi, mereka, masyarakat yang susah, sudah dibebani utang dengan bunga yang tinggi, maka mereka bekerja hanya untuk bayar utang," imbuh Karding.
Oleh karena itu, KP2MI meluncurkan program KUR tersebut untuk mendorong skema pembiayaan penempatan, termasuk pelatihan, pemberangkatan dan biaya hidup sampai para pekerja tersebut menerima upah. "Dan kalau bisa juga untuk pemberdayaan," kata Karding.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.