ARTICLE AD BOX
Jadi intinya...
- Film ini menyoroti kesetiaan cinta dan perjuangan melawan kesepian.
- Donny Alamsyah tampil memikat, Shareefa Daanish perankan hantu tak menyeramkan.
- Film ini mengingatkan pentingnya mengakui kerapuhan psikis dan tidak sok kuat.
Liputan6.com, Jakarta Yang ditawarkan Lebih Dari Selamanya terbilang berani. Film karya sineas M. Amrul Umammi ini bicara soal kesetiaan meski dilindas kesepian di tengah maraknya film maupun serial bertema perselingkuhan.
Menampilkan akting Donny Alamsyah, aktor yang kita kenal lewat film The Raid, di garis depan. Ia tampil memikat sebagai pasutri bersama Shareefa Daanish, yang bertahun identik dengan genre memedi.
Dalam Lebih Dari Selamanya, ujungnya tetap menjadi hantu setelah meninggal dunia. Ini bukan spoiler ya, mengingat trailer dan poster resminya terang-teangan menjelaskan apa yang menimpa Rifa, tokoh yang dimainkan Shareefa Daanish.
Dikemas dalam drama komedi romantis, Lebih Dari Selamanya mempresentasikan cinta dari sudut pandang laki-laki. Cukup jarang film Indonesia mengusung dari aspek ini. Inilah review film Lebih Dari Selamanya.
Film Jumbo mencatat prestasi gemilang dengan menembus angka 6 juta penonton, menjadikannya salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa. Di balik kesuksesan luar biasa ini, sang sutradara Ryan Adriandhy mengungkapkan bahwa biaya produksi yang di...
Rifa Meninggal Dunia
Rifa (Shareefa Daanish) meninggal dunia. Tak dijelaskan mengapa ia tutup usia. Dalam Lebih Dari Selamanya, jenazah Rifa membujur kaku di ruang tengah. Suaminya, Salim (Donny Alamsyah) hanya bisa menangis tanpa air mata.
Putrinya, Nasya (Cheryl Zanetta) mewek. Setelahnya, Salim melewati hari-hari dengan banyak perjuangan. Dari melawan sepi, melanjutkan hidup dengan mempertahankan karier, hingga membesarkan Nasya (Adzana Ashel) yang telah dewasa.
Nasya kemudian menikah dengan Arga (Adhitya Alkatiri). Di sinilah puncak kesepian itu. Nasya ikut suami. Salim sendirian berkawan tempe dan sejumlah bahan pangan lain. Suatu hari, tetangga baru hadir. Namanya Mila (Adinda Thomas).
Pertemuan Mila dan Salim berawal dari perkara mobil lalu meminjam dongkrak. Berganti hari, Mila mengembalikan dongkrak sembari membawakan pepes tahu. Sejak itu, hari-hari Salim jadi lebih berwarna.
Laki-laki Tidak Bercerita
Yang paling menarik sebenarnya keberanian Lebih Dari Selamanya bicara soal perjuangan laki-laki melawan sepi. Seperti kita tahu, dalam masyarakat ada jargon “laki-laki tidak bercerita.” Dan inilah yang terjadi pada Salim.
Tak punya teman curhat. Sesekali mengobrol dengan satpam kompleks perumahan. Selebihnya bekerja. Pulang. Makan. Bersih-bersih. Tidur. Ulangi. Bahaya kesepian dibahas tipis-tipis dari aspek medis maupun psikologis.
Penyakit Psikis Menggerogoti Fisik
Penyakit psikis bisa menjalar lalu menggerogoti fisik. Itu sangat mungkin dan Lebih Dari Selamanya mencoba menjadi reminder untuk awam agar jangan sok kuat, menjadi dokter “dadakan” untuk diri sendiri, dan merasa baik-baik saja.
Tidak masalah jika mengaku memang sedang tidak baik-baik saja agar ada tangan orang lain yang terulur untuk memberi pertolongan. Performa Donny Alamsyah tampak stabil, utamanya dalam mempresentasikan kesepian dan kesendirian.