ARTICLE AD BOX
Liputan6.com, Jakarta Tanaman herbal yang sering terabaikan ini ternyata menyimpan potensi besar dalam dunia pengobatan alami. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) yang lazim dijadikan bahan masakan ternyata mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, vitamin C, dan kalium yang berperan langsung dalam menurunkan tekanan darah tinggi dan kadar asam urat dalam tubuh. Bukan hanya sekadar mitos turun-temurun, khasiatnya telah diuji melalui serangkaian penelitian klinis maupun laboratorium.
Hasil riset yang dilakukan pada pasien hipertensi dan tikus uji membuktikan bahwa konsumsi rutin sari atau jus belimbing wuluh secara signifikan mampu menurunkan tekanan darah sistolik, bahkan hingga lebih dari 30%. Efek diuretik, antioksidan, dan vasodilator dari senyawa aktif dalam belimbing wuluh memberikan dampak cepat dan nyata, menjadikannya alternatif terapi non-farmakologis yang aman.
Berikut penjelasan lengkap tentang manfaat belimbing wuluh untuk hipertensi dan asam urat, dirangkum Liputan6, Sabtu (30/8).
1. Belimbing Wuluh Menurunkan Hipertensi Lewat Efek Vasodilator dan Diuretik
Dalam studi berjudul "Pemberian Jus Belimbing Wuluh Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Desa Ridan Permai" oleh Yenny Safitri, Dewi Sulastri Juwita, Muthia Eka Putri dari Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai menunjukkan bahwa buah bercita rasa asam kecut itu mampu menurunkan tekanan darah dari 190/110 mmHg menjadi 160/89 mmHg.
Perubahan sendiri terjadi setelah tujuh hari pemberian jus belimbing wuluh secara teratur pada pasien hipertensi. Hasil ini tidak hanya menunjukkan penurunan tekanan darah tetapi juga penurunan skala nyeri dari 8 menjadi 5 poin, sekaligus membuktikan efek terapeutiknya.
Dosis efektif jus belimbing wuluh menurut studi adalah sekitar 100–200 ml per hari, yang dapat dikonsumsi dalam bentuk rebusan atau jus segar selama minimal 7–14 hari untuk hasil optimal. Efeknya akan lebih terasa jika dikombinasikan dengan gaya hidup sehat dan pola makan rendah garam.
2. Kandungan Aktif Belimbing Wuluh Menghambat Kenaikan Asam Urat
Salah satu pemicu utama asam urat adalah metabolisme purin yang tidak terkendali, menghasilkan kadar asam urat tinggi dalam darah. Konsumsi fruktosa berlebih diketahui memicu peningkatan kadar asam urat, yang bisa memicu nyeri sendi dan radang.
Belimbing wuluh bekerja melalui flavonoid dan vitamin C yang mengurangi stres oksidatif dan peradangan, dua faktor yang memperburuk kondisi asam urat. Antioksidan dalam belimbing wuluh juga meningkatkan fungsi ginjal dalam membuang asam urat berlebih melalui urin, menjadikan efek diuretiknya sangat penting dalam terapi asam urat.
Walaupun belum semua studi menguji kadar asam urat secara langsung, hasil observasi klinis menunjukkan bahwa pasien dengan keluhan hipertensi yang juga mengidap asam urat mengalami perbaikan gejala secara simultan setelah rutin konsumsi jus belimbing wuluh.
"Senyawa vitamin C, kalium, flavonoid, dan saponindalam belimbing wuluh diduga kuat dapat menurunkan tekanan darah. Vitamin C telah diakuisebagai antioksidan vasodilator kuat yang mengurangi stres oksidatif dan meningkatkanfungsi endotel melalui produksi nitrat oksida," tulis studi tersebut.
3. Hipertensi dan Asam Urat Turun Bersamaan Setelah Konsumsi Rutin
Studi kasus dari jurnal kesehatan Universitas Pahlawan menunjukkan bahwa seorang pasien bernama Ny. Y mengalami penurunan tekanan darah hingga 30 mmHg dalam waktu 7 hari, dan gejala nyeri serta kekakuan di leher akibat hipertensi dan asam urat turut mereda setelah mengonsumsi jus belimbing wuluh.
Kombinasi efek vasodilator dari vitamin C dan penghambatan ACE oleh flavonoid menjadikan terapi ini bukan hanya bertarget pada satu penyakit, tetapi komprehensif menangani dua kondisi sekaligus. Hal ini menjadikan belimbing wuluh sebagai pilihan herbal ideal untuk pasien lansia dengan komorbid hipertensi dan asam urat.
Terapi ini juga aman digunakan jangka panjang dan mudah dipraktekkan di rumah. Cukup dengan menyediakan buah segar, memerasnya, dan mengonsumsi sari buahnya setiap pagi dan sore. Efek sinergisnya bahkan lebih cepat terlihat dibandingkan terapi tunggal berbasis farmasi.
4. Belimbing Wuluh Juga Bermanfaat untuk Kulit, Batuk, dan Kram Otot
Selain sebagai penurun tekanan darah, belimbing wuluh juga diken...