ARTICLE AD BOX

Dalam demo mahasiswa, massa dari UPN Veteran Jakarta memanas saat massa aksi berhasil mendobrak gerbang Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (29/8) sore.
Sekitar pukul 15.55 WIB, ratusan mahasiswa berseragam almamater hijau menerobos masuk ke area markas Polda. Dengan mengibarkan bendera merah putih dan membentangkan spanduk bertuliskan “Polisi Pembunuh”, massa demo mahasiswa itu berorasi lantang meneriakkan slogan “Hidup Mahasiswa!”.
Aksi tersebut sempat membuat arus lalu lintas di kawasan Sudirman lumpuh, sementara ratusan warga menyaksikan jalannya demo mahasiswa dari atas JPO hingga menjelang petang.
Demo Susulan Usai Tewasnya Pengemudi Ojol di Pejompongan
Demo mahasiswa ini merupakan rangkaian aksi susulan setelah insiden tewasnya Affan Kurniawan (21), pengemudi ojol, yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat ricuh unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI, Kamis (28/8).
Kericuhan di Pejompongan pecah ketika aparat kepolisian memukul mundur massa aksi dari kompleks parlemen. Kematian Affan memicu gelombang protes lebih besar, termasuk demo spontan rekan-rekan ojek daring di Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat.
Polisi Periksa Tujuh Brimob
Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim menegaskan, ada tujuh personel Brimob yang berada di dalam kendaraan taktis saat insiden maut tersebut. Mereka kini tengah diperiksa secara internal.
Kasus ini membuat demo mahasiswa kian meluas, menjadi simbol kemarahan publik terhadap dugaan brutalitas aparat. (Ant/Z-10)