Bos Pengusaha Curhat, Waralaba China-Korea Selatan Kuasai Pasar RI

11 hours ago 1
ARTICLE AD BOX
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar bisnis waralaba di Indonesia dinilai masih lebih banyak dikuasai oleh merek-merek asing ketimbang lokal. Hal ini diungkapkan Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar.

Menurut Anang, kondisi tersebut terlihat jelas dari gerai-gerai yang hadir di pusat perbelanjaan. Ia menyebut merek-merek waralaba asing asal China, Jepang, Korea Selatan, hingga Italia lebih mudah ditemukan ketimbang brand lokal. Dan, jumlah waralaba dalam negeri yang terdaftar baru sekitar 120 hingga 130 bisnis waralaba.

"Memang kita nggak terlalu senang dengan keadaan kita. Jadi kalau kita lihat keadaan kita, ya saya nggak ikuti secara survei gitu, tapi secara estimasi saja pasar domestik kita tuh masih dikuasai oleh asing. 120-130 waralaba lokal kita, tapi yang asing tetap lebih banyak," ujar Anang dalam Opening Ceremony the 24th International Franchise, Licence, and Business Concept Expo and Conference (IFRA) 2025 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Ia pun mencontohkan kondisi di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Selatan. "Coba lihat mana perusahaan atau resto Indonesia tuh? Banyakan ada dari Korea ada, Jepang ada China ada, Belanda ada, Italia ada. Indonesia cuma satu, Rembulan yang ada. Coba ya kenapa nggak kalau boleh 80% tuh Indonesia dari Banda Aceh sampai ke Manado," ujarnya.

Anang menilai semangat kewirausahaan harus lebih didorong agar ekonomi Indonesia bisa tumbuh sesuai target 5%-8%. Ia mencontohkan Amerika Serikat, di mana penjualan ritel sangat ditopang oleh waralaba.

Lebih jauh, Anang menyebut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar waralaba lokal lebih kompetitif. Mulai dari peningkatan produktivitas usaha, efisiensi, hingga efektivitas.

"Kenapa kita mengadakan standardisasi? Karena kita harus berulang kali melakukan standarisasi, standarisasi, standarisasi supaya kita mencapai efisiensi dan efektivitas yang paling tinggi Itu maksudnya. Tentunya mengadakan inovasi, kita tahu, kemudian yang juga penting juga teknologi kita cari," jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya memiliki ciri khas produk agar bisa bersaing. Salah satu contoh yang ia angkat adalah Teh Botol Sosro yang berhasil bertahan menghadapi kompetisi minuman ringan global.

"Keunikan ya ciri khas itu harus tetap ada. Salah satu juga yang terpenting memang sistem management tuh penting," imbuh dia.

Respons Mendag

Dalam kesempatan sama, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso pun merespons pernyataan Anang tersebut. Dia mengatakan, data resmi sebenarnya menunjukkan jumlah waralaba lokal lebih banyak dibandingkan asing.

"Tadi Pak Anang menyampaikan waralaba kita (kalah dengan asing), sebenarnya Pak, kalau menurut data yang terdaftar, itu lebih banyak, dan/atau masih banyak waralaba lokal dibanding waralaba asing. Tapi mungkin, ya kadang-kadang kalau saat berbicara tentang keusahaan, waralaba asing itu lebih ramai," ujar Budi dalam kesempatan yang sama.

Meski begitu, ia tak menampik masih ada pekerjaan rumah untuk terus memperkuat waralaba lokal.

"Tapi sebenarnya kalau dari perkembangannya kita juga sangat bagus, ya waralaba kita terus memiliki, nah sekarang bagaimana kita memberdayakan waralaba ini, kita bareng-bareng, pemerintah dengan asosiasi Pak untuk mengembangkan dan kita terus mensosialisasikan," tegasnya.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso  dalam Opening Ceremony the 24th International Franchise, Licence, and Business Concept Expo and Conference (IFRA) 2025 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (29/8/2025) (Martyasari Rizky/ CNBC Indonesia)Foto: Martyasari Rizky
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam Opening Ceremony the 24th International Franchise, Licence, and Business Concept Expo and Conference (IFRA) 2025 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (29/8/2025) (Martyasari Rizky/ CNBC Indonesia)


(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Next Article Waralaba Hooters Resmi Ajukan Bangkrut, Ini Penyebabnya

Read Entire Article