ARTICLE AD BOX
Jakarta (ANTARA) - Sejumlah personel kepolisian menggelar apel menjelang demonstrasi yang rencananya akan dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di Polda Metro Jaya pada Jumat siang.
Demonstrasi tersebut dilaksanakan menyusul kematian seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob pada Kamis (28/8) malam.
Berdasarkan pantauan ANTARA, apel berlangsung mulai pukul 13.07 WIB.
Puluhan anggota Polisi Satuan Brimob dan Shabara nampak berbaris rapi sembari menunggu arahan dari pimpinan. Mereka mengenakan atribut lengkap, mulai dari pelontar gas air mata, helm pelindung, rompi anti peluru dan sepatu tinggi.
Atribut mereka didominasi warna hitam bertuliskan polisi.
Di sekitar lokasi, terdapat satu mobil water cannon dan tiga kendaraan dinas kepolisian lainnya.
Baca juga: Massa kembali melakukan unjuk rasa di Mako Brimob Kwitang
Sebelumnya, dalam keterangannya, BEM UI akan menggelar seruan aksi pada Jumat pukul 13.00 WIB di Polda Metro Jaya dengan titik kumpul di Lapangan FISIP UI.
Seperti diketahui, unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat di Gedung DPR/MPR pada Kamis (28/8) berakhir ricuh dan menewaskan seorang pengemudi ojol.
Kadiv Propam Polri Irjen Polisi Abdul Karim mengatakan sebanyak tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang terlibat dalam insiden tersebut sedang diperiksa.
Ketujuh anggota tersebut masing-masing berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.
Baca juga: Demonstran lempari petugas dengan batu di Mako Brimob Kwitang
Baca juga: TNI ajak demonstran di Mako Brimob berdialog dan hentikan pelemparan
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.