ARTICLE AD BOX
Jakarta (ANTARA) - Polisi menekankan pentingnya menjaga ketertiban setelah berakhirnya aksi ricuh di Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim), demi kelancaran aktivitas warga sekitar.
"Jadi, menyampaikan bahwa tolong dibalik banyaknya aksi ricuh, khususnya di Jalan Otista, semua bisa tetap tertib, lebih baik, sesuai aturan, karena kalau tidak tertib, masyarakat juga yang rugi karena aktivitas masyarakat terganggu," kata Kapolsek Jatinegara Kompol Samsono di Jalan Otista, Jakarta Timur, Jumat.
Sebelumnya, kawasan Jalan Otista sempat lumpuh akibat kericuhan warga yang meluas hingga ke jalan tersebut.
Massa menutup jalan sambil melemparkan batu dan barang lainnya ke aparat keamanan sehingga mengganggu arus kendaraan dari arah Kampung Melayu menuju Cawang maupun sebaliknya.
Namun, dia menjelaskan massa yang melakukan pelemparan itu akhirnya membubarkan diri setelah dilakukan negosiasi dengan pihak kepolisian.
Dalam proses negosiasi itu, sempat terjadi pelemparan yang mengenai salah satu pihak.
"Kebetulan kita habis negosiasi dengan mereka untuk membubarkan diri, dan ada lemparan tadi, kebetulan kena," ujar Samsono.
Baca juga: Jalan Otista Raya Jaktim kembali bisa dilalui usai aksi ricuh
Lebih lanjut, dia menambahkan dalam pertemuan dengan peserta unjuk rasa itu, polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak memperkeruh suasana.
"Intinya, kami diskusi dengan pihak mereka yang melakukan unjuk rasa. Kami sampaikan agar tetap tertib, sesuai aturan, karena kalau tidak, masyarakat yang dirugikan. Aktivitas warga jadi terganggu," jelas Samsono.
Meskipun tidak ada tuntutan khusus yang disampaikan, demonstrasi tersebut hanya dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap pengemudi ojek online (ojol) yang sebelumnya dilaporkan tewas.
Manurut dia, tidak ada janji khusus yang diberikan oleh pihak kepolisian agar massa mundur, kecuali permintaan agar rekan mereka yang sempat diamankan dapat dibebaskan dan dikembalikan.
"Tidak ada janji. Cuma tadi pagi ada yang diamankan, mereka minta dikembalikan. Yang penting bubar," ucap Samsono.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing emosi atau terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Kami mengimbau masyarakat pintar-pintar menahan diri, jangan terpancing emosi. Semua kabar harus disaring dan dicerna dengan betul, baru menyampaikan aspirasi," ucap Samsono.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di Jalan Otista Raya terpantau ramai lancar. Meski demikian, aparat masih berjaga di sejumlah titik untuk mengantisipasi potensi kericuhan susulan.
Baca juga: Anggota Satlantas Jaktim sempat diculik masa pendemo di Otista
Baca juga: Kericuhan warga meluas hingga ke Jalan Raya Otista Jaktim
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.