Proyek Gas Jumbo Rp342 Triliun RI Akhirnya Ada Progres, Ini Pemiliknya

10 hours ago 1
ARTICLE AD BOX
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Proyek gas "raksasa" Lapangan Abadi, Blok Masela, Maluku resmi memasuki tahap Front-End Engineering Design (FEED) atau desain rekayasa teknis untuk fasilitas kilang darat gas alam cair atau Onshore LNG (OLNG).

Proyek lapangan gas ini diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$ 20,94 miliar atau sekitar Rp 342,56 triliun (asumsi kurs Rp 16.359 per US$). Pemerintah pun menargetkan proyek gas "jumbo" ini bisa beroperasi pada 2029 mendatang.

Kilang LNG ini ditargetkan akan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), dan memproduksi 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas pipa, serta 35.000 barel per hari (bph) kondensat.

Lantas, siapakah pengelola proyek Lapangan Gas Abadi ini?

Proyek gas "raksasa" ini dioperasikan oleh Inpex Masela Ltd, unit usaha Inpex Corporation, perusahaan minyak dan gas bumi asal Jepang. Inpex menguasai 65% hak partisipasi (Participating Interest/ PI) di Blok Masela ini.

Sebelumnya, Inpex ditemani oleh Shell Upstream Overseas Services dengan kepemilikan saham 35%. Namun sayangnya, Shell memutuskan hengkang dari proyek gas abadi yang berlokasi di Maluku itu.

Adapun 35% saham Shell tersebut sejak Juli 2023 lalu telah diambil oleh PT Pertamina Hulu Energi melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) sebesar 20% dan Petronas 15%.

Perjanjian jual beli hak partisipasi dari Shell ke Pertamina dan Petronas ini ditandatangani pada 25 Juli 2023 dan persetujuan Menteri ESDM atas pengalihan PI diperoleh pada 4 Oktober 2023.

Komitmen Inpex

President and CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda menjelaskan proyek Blok Masela tersebut mampu menyumbang sekitar US$ 150 miliar atau Rp 2.543 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) RI dan menciptakan 70 ribu lapangan kerja dalam waktu 30 tahun ke depan.

"Secara perkiraan, proyek ini akan menambah sekitar US$150 miliar terhadap PDB Indonesia dan menciptakan 70.000 lapangan kerja selama 30 tahun," kata Ueda dalam acara peresmian FEED di Jakarta, dikutip Jumat (29/8/2025).

Ia menilai, dimulainya tahap FEED merupakan langkah penting bagi perusahaan dalam perjalanan menuju peningkatan ketahanan dan keberlanjutan energi di Indonesia.

Selain itu, proyek ini juga akan menjadi proyek energi pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture and Storage (CCS) sejak awal produksi.

"CCS akan membantu mendorong dekarbonisasi Indonesia sekaligus memasok energi untuk negeri ini," ujarnya.

Perlu diketahui, Lapangan Gas Abadi di Blok Masela adalah lapangan gas laut dalam dengan cadangan gas terbesar di Indonesia yang terletak sekitar 160 kilo meter (km) lepas pantai Pulau Yamdena di Laut Arafura dengan kedalaman laut 400-800 meter. Adapun potensi gas dari Lapangan Abadi ini diperkirakan 6,97 triliun kaki kubik (TCF) gas.

Setelah kontrak bagi hasil ditandatangani pada 1998, akhirnya Inpex menemukan cadangan gas jumbo di Blok Masela ini pada tahun 2000.

Lalu, 19 tahun kemudian, baru lah Pemerintah Indonesia memberikan persetujuan atas Rencana Pengembangan atau Plan of Development (PoD) pertama (PoD-I) kepada Inpex untuk memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA) dari Kilang LNG Masela, dan memproduksi 150 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas pipa, serta 35.000 barel per hari (bph) kondensat.

Konsep pengembangan lapangan green field (lapangan migas baru) yang memiliki kompleksitas tinggi dan risiko besar mencakup pengeboran deep water, fasilitas subsea, FPSO (Floating Production Storage and Offloading), dan onshore LNG plant akan menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi PHE serta mitra-mitranya untuk merealisasikannya.

Blok Masela juga direncanakan akan menghasilkan energi bersih melalui penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung program Pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung sustainability pada era transisi energi.

Penerapan CCS ini pun disetujui Pemerintah Indonesia pada 28 November 2023, melalui Revisi 2 PoD-I. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan tender FEED. Hingga akhirnya, Rabu, 9 April 2025, Inpex meluncurkan FEED OLNG dan pada 28 Agustus 2025 meresmikan dimulainya pengerjaan FEED.


(wia)
[Gambas:Video CNBC]

Next Article Inpex Akhirnya Luncurkan Desain Teknis Proyek Gas Raksasa di Maluku

Read Entire Article