ARTICLE AD BOX
Liputan6.com, Jakarta AC Milan sukses meraih tiga poin perdana mereka di Serie A musim ini dengan kemenangan 2-0 saat bertandang ke markas Lecce pada pekan kedua. Hasil ini memang bukan yang paling memukau, tapi tiga poin tetaplah tiga poin.
Permainan Rossoneri sempat membuat wasit dan teknologi ikut menentukan, tapi Milan berhasil mencetak dua gol dan menjaga clean sheet. Ini menunjukkan sisi positif sekaligus area yang harus diperbaiki oleh tim.
Dari assist Luka Modric, Ruben Loftus-Cheek mencetak gol pertama musim ini, sementara Christian Pulisic menambah gol kedua setelah absen di 75 menit pertama karena cedera pergelangan kaki. Statistik dan rekor pertandingan ini memberikan gambaran menarik tentang performa Milan.
Statistik Kunci Pertandingan
Skor akhir menunjukkan Milan menang dua gol tanpa kebobolan. Lecce hanya memiliki beberapa peluang setengah saja, tanpa ancaman serius.
Milan menciptakan empat peluang besar, tapi hanya mengonversi dua. Salah satunya adalah peluang satu lawan satu Santiago Gimenez yang gagal, menunjukkan perlunya perbaikan meski bukan masalah mendasar.
Dari 14 tembakan, dua berbuah gol, sekitar 14,3% konversi, masih dalam rata-rata normal 10-15%. Jadi, kekhawatiran soal efektivitas serangan sebenarnya tidak terlalu besar.
Gol Pertama dan Rekor Assist Modric
Awalnya, Milan mencetak dua gol sebelum gol resmi tercipta. Matteo Gabbia dianggap melakukan pelanggaran saat corner Luka Modric, sedangkan Gimenez dinyatakan offside.
Gol pertama akhirnya datang dari tandukan Loftus-Cheek hasil umpan brilian Modric. Gol ini menjadi yang pertama bagi Loftus-Cheek sejak 30 Maret 2024, potensi momentum penting bagi pemain Inggris tersebut.
Assist Modric menjadi rekor karena dilakukan pemain tertua sejak data Serie A dikumpulkan oleh Opta. Pada usia 39 tahun 354 hari, crossing ini masuk buku rekor, menurut OptaPaolo.
Clean Sheet dan Signifikansi Kemenangan
Metode kemenangan Milan juga patut diperhatikan, yakni menjaga clean sheet saat tandang. Lecce memilih bertahan dan mengandalkan serangan balik, sementara Milan mengeksekusi strategi dengan baik.
Ini merupakan clean sheet tandang pertama Milan sejak 27 April. Musim lalu, Milan hanya mencatat lima clean sheet tandang sehingga ini menjadi kemajuan positif.
Secara keseluruhan, hasil ini mungkin sederhana, tapi menunjukkan langkah maju Milan. Kemenangan 2-0 memberi harapan untuk peningkatan performa di laga-laga berikutnya.
Sumber: Sempre Milan