ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Seruan mengejutkan datang dari Mohan Bhagwat, Kepala Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), organisasi nasionalis Hindu berpengaruh di India, yang menegaskan bahwa setiap keluarga sebaiknya memiliki tiga anak demi menjaga kestabilan populasi jangka panjang.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah kuliah peringatan 100 tahun berdirinya RSS pada Kamis (28/8/2025), di tengah tren penurunan angka kelahiran yang mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan elite politik dan kelompok nasionalis.
"Demi kepentingan nasional, setiap keluarga seharusnya memiliki tiga anak dan membatasi diri pada jumlah tersebut," kata Bhagwat, dilansir Reuters.
India saat ini merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, mencapai 1,46 miliar jiwa. Namun, laporan terbaru Dana Populasi PBB (UNFPA) 2025 menunjukkan angka fertilitas total di negara itu turun menjadi kurang dari dua anak per perempuan, angka yang dinilai terlalu rendah untuk menggantikan populasi secara alami.
Bhagwat menekankan bahwa populasi harus tetap "terkendali, tetapi juga mencukupi". Menurutnya, penurunan kelahiran yang merata di seluruh kelompok agama bisa berakibat serius pada kapasitas bangsa di masa depan.
Kekhawatiran tentang demografi sudah lama menjadi bahan diskusi di kalangan nasionalis Hindu. Beberapa kelompok garis keras kerap menyoroti tingkat kelahiran lebih tinggi di kalangan minoritas Muslim sebagai isu, meskipun data menunjukkan tingkat kelahiran umat Islam India juga terus menurun dalam beberapa dekade terakhir.
Bhagwat pun mengakui tren ini terjadi di semua komunitas.
Meskipun RSS secara resmi mendeskripsikan dirinya sebagai organisasi budaya yang mempromosikan nilai-nilai Hindu, pengaruhnya meluas ke ranah politik dan kebijakan publik melalui jaringan afiliasi besar dan jutaan relawan di tingkat akar rumput.
Banyak menteri senior Partai Bharatiya Janata (BJP), termasuk Perdana Menteri Narendra Modi, merupakan kader lama RSS. Tidak mengherankan jika sejumlah kebijakan utama pemerintah, mulai dari reformasi pendidikan hingga undang-undang kewarganegaraan, sering kali mencerminkan pandangan RSS.
Bhagwat dalam pidatonya juga menepis kritik bahwa RSS anti-Muslim atau anti-minoritas. Ia menegaskan bahwa organisasi itu memandang semua komunitas sebagai bagian dari bangsa India.
"Leluhur dan budaya kita sama. Praktik ibadah boleh berbeda, tetapi identitas kita satu. Mengubah agama tidak mengubah komunitas seseorang," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa rasa saling percaya harus dibangun bersama, termasuk dengan umat Muslim yang menurutnya masih khawatir kehilangan jati diri ketika bekerja sama dengan kelompok lain.
"Umat Muslim harus mengatasi ketakutan bahwa bergandengan tangan dengan yang lain akan menghapuskan Islam mereka," kata Bhagwat.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 2 Juta Penduduk China Hilang, Resesi Seks Makin Merajalela